Nama : RIZKI RAMADHANI
Kelas : XII MIPA 10
SMAN 2 CIMAHI
Teks Kritik Sastra
MOTIVASI KEZIA DALAM CERPEN CARMEN
Cerpen Carmen
telah dibagikan secara online di narasastra.wixsite.com
pada tahun 2016 dan situs kumparan.com
pada tahun 2018. Cerpen ini menceritakan seseorang yang berusaha
menyelami,memahami,dan menemani diri sendiri.
Tokoh yang
diciptakan Kezia di dalam cerpen Carmen adalah satu orang,tetapi dibuat
seolah-olah ada dua orang tersebut disimpulkan sebagai satu tokoh,yaitu Carmen,
yang berbicara dengan dirinya sendiri. Hal itu merupakan keunikan tersendiri di
dalam cerpen Carmen.
Tulisan ini
dikembangkan berdasarkan teori pendekatan ekspresif pengarang. Teori tersebut
menegaskan bahwa pengarang memiliki kuasa penuh atas karyanya. Pengarang diberi
kebebasan menyampaikan kondisi tertentu dengan kelihaian imajinasi sehingga
membentuk sebuah karya.
Berdasarkan
hasil wawancara dab refleksi cerpen Carmen, peneliti dapat melihat bahwa Kezia
mengalami permasalahan psikologis. Ia mengalai berbagai pengalaman buruk saat
bekerja hingga merasa tertekan dengan pekerjaan tersebut.
Perasaan
tertekan itu membuatnya tidak percaya diri. Ia juga tidak memliki orang untuk
berbagi cerita sehingga ia akhirnya bicara dengan dirinya sendiri. Lewat cerpen
Carmen, Kezia memberikan pemahaman kepada pembaca untuk memahami kondisi
kejiwaan mereka.
Kezia berharap
setelah membaca cerpen Carmen, pembaca mengetahui bagaimana cara menghargai
usaha yang telah dilakukan oleh diri sendiri sehingga kita dapat memberikan
penghargaan pada diri kita.
Dari hasil
pengkajian, dapat diperoleh simpulan bahwa setiap penulis memiliki motvasi dan
latar belakang senditi untuk memproyeksikan dirinya lewat karya sastra. Kezia
berhasil memproyeksikan pengalaman hidupnya melalui cerpen Carmen sehingga
pembaca dapat mengambil hikmahnya.
Dengan kata
lain, Kezia dapat menunjukkan fungsinya sebagai pengarang bagi penikmat karya
secara signifikan.
Nama :
RIZKI RAMADHANI
Kelas : XII
MIPA 10
Teks Esai
PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
Pendidikan adalah tonggak kemajuan
bangsa karena merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa yang
berkualitas. Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia yang masih
mempunyai masalah besar dalam dunia pendidikan. Kita mempunyai tujuan negara
"mencerdaskan kehidupan bangsa" akan tetapi yang kita rasakan
sekarang adalah adanya ketertinggalan di dalam mutu pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan menghambat
penyediaan sumber daya manusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk
memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
Banyak faktor dan masalah yang
menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak bisa berkembang, diantaranya:
(1).Mahalnya biaya pendidikan
Pendidikan di Indonesia menjadi sangat sulit bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pemerintah sudah mencanangkan pendidikan wajib 12 tahun secara gratis, namun terdapat biaya-biaya lain yang harus ditanggung oleh para siswa. Biaya untuk berjalan ke sekolah, membeli buku, seragam, dan peralatan sekolah lainnya tidak murah.
(2). Fasilitas pendidikan yang kurang memadai
Yang menjadi permasalahan pendidikan di Indonesia adalah fasilitas pendidikan yang masih kurang memadai. Banyak sekolah-sekolah yang bangunannya sudah hampir rubuh, tidak memiliki fasilitas penunjang seperti meja belajar, buku, perlengkapan teknologi, dan alat-alat penunjang lainnya yang menyebabkan pendidikan tidak dapat berkembang secara optimal.
(3). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
Pemerintah yang lebih menaruh perhatian pada pendidikan di perkotaan membuat kualitas pendidikan di perkotaan dan pedesaan menjadi timpang. Salah satu contohnya ialah dalam masalah kesejahteraan guru. Gaji guru di desa jauh lebih rendah dibanding gaji guru di kota. Selain itu, kualitas guru perkotaan cenderung lebih bagus dengan adanya latihan secara berkala, yang jarang terjadi di daerah pedesaan.
Solusi yang dapat dilakukan atas permasalahan diatas adalah dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Pemerintah harus peka terhadap kondisi pendidikan di setiap daerah dan dapat mengambil langkah yang pasti untuk memperbaiki kualitas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Tidak hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga harus bahu-membahu bersama pemerintah untuk dapat meningkatkan kesadaran bahwa pendidikan itu penting dan terdapat selalu mengawasi kegiatan pendidikan di Indonesia.
Perkembangan dunia di era globalisasi ini
memang banyak menuntut perubahan ke sistem pendidikan nasional yang lebih baik
serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Dengan meningkatnya
kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik
mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala
bidang di dunia internasional.